COMPARISON OF THE PUBLIC PROSECUTOR’S SENTENCING SUBMISSION AND JUDICIAL RATIO DECIDENDI IN DETERMINING THE STATUS OF EVIDENCE IN ILLEGAL GOLD MINING CASES
DOI:
https://doi.org/10.70210/amrj.v4i3.248Keywords:
illegal gold mining, status of evidence, Public Prosecutor’s sentencing submission, ratio decidendiAbstract
Determining the status of evidence in illegal gold mining cases requires distinctions based on the connection between the objects and the criminal offense, the characteristics of the objects, and their ownership. This study analyzes the legal construction of the Public Prosecutor’s sentencing submission and the judge’s ratio decidendi in determining the status of evidence in Teluk Kuantan District Court Decision Number 122/Pid.Sus-LH/2026/PN Tlk., with particular emphasis on the grounds for conformity and differences between the sentencing submission and the judgment. The study employs normative legal research using a statutory approach and a case approach through qualitative analysis of legislation and case documents. The novelty of the study lies in a comparative analysis of the legal construction of the sentencing submission and the ratio decidendi within a single case to explain how the characteristics and legal relationships of individual objects affect the determination of the status of evidence. The findings show that the Public Prosecutor primarily based the status of evidence on its connection to the criminal offense and third-party ownership, whereas the judges also considered the function, possibility of reuse, economic value, and ownership relationship of the objects. This difference resulted in the Robin water pump and mobile phone, which the Public Prosecutor requested to be destroyed, being ordered to be forfeited to the state, while the status of the other evidence was generally consistent with the sentencing submission.
Downloads
References
Adrian Sutedi, S. H. (2022). Hukum pertambangan. Sinar Grafika.
Alkansa, A. A., & Ravizki, E. N. (2025). Disparitas Ratio Decidendi atas Status Objek Sengketa yang Sama dalam Perkara Perdata dan Pidana. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7).
Ayoo, B. A. (2026). Does Licensing Matter? Cyanide Handling, Cyanidation Wastewater Treatment, and Tailings Management in Gold Leaching Plants in Siaya County, Kenya. Environmental Management, 76(6), 197.
Buss, D. (2024). The case of the impossible mining license: Legal rituals and’responsible mining’. Law Text Culture, 28, 139–164.
Butar, F. B., Nadhir, N., Wahono, R. U., & Arindya, A. Z. (2023). Pengantar hukum pertambangan mineral dan batu bara. Airlangga University Press.
Haris, O. K. (2026a). Buku Ajar Hukum Pertambangan di Indonesia. CV Eureka Media Aksara.
Haris, O. K. (2026b). Dinamika Hukum Pidana dan Eksekusi Sanksi di Sektor Pertambangan. CV Eureka Media Aksara.
Iqbal, M., Nopriadi, N., Iryanti, I., & Pasla, R. (2023). Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin Di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Kuantan Mudik. KODIFIKASI, 5(1), 31–40.
Iwari, D. P., Febryani, E., & Aprita, S. (2024). Optimalisasi Penegakan Hukum Perkara Pidana Penambangan Emas Tanpa Izin Yang Mengancam Keamanan, Integrasi Nkri Serta Konservasi Fungsi Lingkungan Hidup. Collegium Studiosum Journal, 7(2), 628–634.
Jaya, I. (2022). Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pertambangan Mineral Dan Batubara Ilegal:(Studi Kasus Putusan No. 32/Pid. Sus/2019/PN Wmn). Dinamika Hukum, 13(1).
Kasenda, H. T. A., Mokat, J. E. H., & Wawointana, T. (2025). Implementation of Policy on Licensing and Reporting Procedures for Gold Mining Activities in Southeast Minahasa. Technium Soc. Sci. J., 73, 166.
Khotami, K. (2022). Institution Building Dalam Mengatasi Persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Nahkoda-Jurnal Ilmu Pemerintahan, 19(7), 17–37.
Kontu, H. R., Marwiyah, S., Prawesthi, W., & Amiq, B. (2024). Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pertambangan emas tanpa ijin (Studi kasus Putusan Nomor 107/Pid. Sus/2023/PN. Thn). Lex Journal: Kajian Hukum Dan Keadilan, 8(1), 269–285.
Makalew, M. I., Watulingas, R. R., & Pangemanan, D. R. (2021). Substansi Barang Bukti Dalam Hukum Pembuktian Pada Peradilan Pidana. Lex Privatum IX, 8, 100–109.
Marlinda, P. (2022). Difusi Kebijakan Penanggulangan Penambangan Emas Tanpa Izin Di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Administrasi Politik Dan Sosial, 3(1), 1–9.
Melati, X. M., & Panjaitan, B. S. (2025). Criminal Law Enforcement against Illegal Gold Mining (Study of Decision No. 153/Pid. Sus/2023/PN. Mdl): Penegakan Hukum Pidana terhadap Pertambangan Emas Ilegal (Studi Putusan No. 153/Pid. Sus/2023/PN. Mdl). Rechtsidee, 13(2), 10–21070.
Mills, L. N., Stewart, J. M., & Auld, G. (2025). Licensing to operate: Understanding variations in regulatory outcomes in the Australian mining sector. Resources Policy, 105, 105578.
Mustakim, M., Iryani, D., & Hartana, H. (2026). Law Enforcement against Illegal Gold Mining: Navigating Regulatory and Justice Dilemmas in Indonesia. Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam, 18(2), 256–268.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (2026). Catatan Capaian Strategis PPATK Tahun 2025: Menjaga Kedaulatan dan Integritas Ekonomi Bangsa. Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan. https://www.ppatk.go.id/siaran_pers/read/1594/catatan-capaian-strategis-ppatk-tahun-2025-menjaga-kedaulatan-dan-integritas-ekonomi-bangsa-jakarta-28-januari-2026-b001hm0531i2026-.html
Putriani, P., Nur, M., & Tasyukur, T. (2025). Tindak Pidana Penambangan Ilegal (Studi Putusan Nomor 163/Pid. B/LH/2021/PN. Lsm). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 8(3).
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pemerintah Pusat republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138909/uu-no-3-tahun-2020
Republik Indonesia. (2025). Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Pemerintah Pusat. https://peraturan.bpk.go.id/Details/337302/uu-no-20-tahun-2025
Saputra, M. A., & Mardiantari, A. (2026). Gold Mining Practices in Negeri Batin Village and Their Implications: An Analysis of Law No. 2 of 2025. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 9(2), 536–547.
Sumarni, F., & Saragih, Y. M. (2025). KUHP 2023 dalam praktik peradilan: Pedoman hakim, jaksa, dan advokat. Penerbit Tahta Media.
Suryani, S. (2023). Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Penambangan Ilegal Gas Bumi Di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik Dan Bisnis, 5(1), 11–19.
Susilo, E. (2026). Meneropong Kepastian Penetapan Status Tersangka dalam KUHAP Baru. Al-Adl: Jurnal Hukum, 18(1), 206–225.
Tustinaningsih, I., & Akhmaddhian, S. (2025). Pertangungjawaban Hukum Pelaku Tindak Pidana Pertambangan Emas Ilegal Di Indonesia. Savana: Indonesian Journal Of Natural Resources And Environmental Law, 2(02), 93–102.
Tute, C., & Puluhulawa, F. U. (2025). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Kasus Pidana Illegal Mining: Menelisik Akar Disparitas Putusan di Peradilan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8521–8537.
Yu, M., Wang, Y., & Umair, M. (2024). Minor mining, major influence: economic implications and policy challenges of artisanal gold mining. Resources Policy, 91, 104886.
Yusuf, M. B., Akili, R. H., & Tumuhulawa, A. (2024). Analisis Yuridis Terhadap Penentuan Status Barang Bukti Pada Putusan Perkara Pidana Pengangkutan Mineral Tanpa Izin di Pengadilan Negeri Marisa. Jurnal Hukum Bisnis (J-KUMBIS), 2(2), 110–124.
Yusuf, R., & Niasa, L. (2022). Penerapan Hukum Perampasan Barang Bukti Dalam Perkara Illegal Mining Di Kabupaten Konawe Utara (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Unaaha Nomor: 110/Pid. B/LH/2020/PN. Unh). Sultra Law Review, 2241–2259.
Zulfia, D. R., & Chofa, F. (2025). Pengelolaan Barang Bukti Dan Barang Rampasan Yang Dilakukan Oleh Seksi PAPBB (Pemulihan Aset Pengelolaan Barang Bukti) Di Kejaksaan Negeri Payakumbuh. COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum (e-ISSN: 2776-1916), 5(06), 274–279.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rita Gusniarti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











