PROSECUTORIAL CONSIDERATIONS AND THE APPLICATION OF DEELNEMING IN UNLICENSED GOLD MINING CASES IN KUANTAN SINGINGI REGENCY
DOI:
https://doi.org/10.70210/amrj.v4i3.240Keywords:
unlicensed gold mining, deelneming, medeplegen, criminal prosecution, Public ProsecutorAbstract
Unlicensed Gold Mining (PETI) may involve multiple parties with different forms and degrees of involvement, raising issues concerning criminal liability, the application of deelneming, and the determination of the sentence sought for each defendant. This study aims to analyze the Public Prosecutor’s legal considerations in determining the sentences sought and the application of deelneming based on the defendants’ conduct in PETI cases in Kuantan Singingi Regency. The study employs normative legal research through a document-based legal study of three PETI cases from 2026 that have obtained final and binding judgments from the Teluk Kuantan District Court. Case documents consisting of indictments, sentencing submissions, and court judgments are analyzed qualitatively to identify the relationships among the defendants’ concrete conduct, forms of involvement, legal qualifications, and sentences sought. The findings show that the Public Prosecutor’s considerations in determining the sentences sought are related to the defendants’ concrete conduct, nature of contribution, knowledge of the purpose of the activity, cooperative relationship, and circumstances relevant to the individualization of sentencing. The application of Article 20(c) of Law No. 1 of 2023 demonstrates that status as a worker or wage-based employee does not preclude the legal qualification of medeplegen, as the assessment depends on conscious cooperation and the connection between the contribution and the execution of the criminal offense. Differences in the degree of contribution and level of control constitute important bases for differentiating the severity of the sentences sought. The findings confirm that the application of deelneming in PETI cases requires consistency among the facts of the case, the nature of the contribution, the legal qualification, and the reasoning underlying the individualization of the sentence sought.
Downloads
References
Asnawi, E., & Oktapani, S. (2025). Efektivitas Penerapan Uu No. 3 Tahun 2020 Dalam Menangani Pertambangan Emas Ilegal Di Kabupaten Kuantan Singingi. Lancang Kuning Law Journal, 2(1), 33–40.
Elisabeth Sinaga, Y. (2025). Evaluasi Kebijakan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tebo. Ilmu Pemerintahan.
Ginting, F. A. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Orang Yang Menyuruh Melakukan Tindak Pidana Illegal Mining Pasir Timah Dilaut Bangka Belitung. Lex LATA, 6(2).
Halomoan, S., & Elfiani, F. (2026). Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Penambangan Emas Tanpa Izin Di Kabupaten Rokan Hulu. Journal of Lex Mente, 1(1), 1–10.
Haris, D. M. (2025). Illegal Mining and Penal Law Enforcement in Lampung, Indonesia: Study for Environmental Justice and Governance. Corruptio, 6(2), 103–116.
Haris, O. K. (2026a). Buku Ajar Hukum Pertambangan di Indonesia. CV Eureka Media Aksara.
Haris, O. K. (2026b). Dinamika Hukum Pidana dan Eksekusi Sanksi di Sektor Pertambangan. CV Eureka Media Aksara.
Iqbal, M., Nopriadi, N., Iryanti, I., & Pasla, R. (2023). Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin Di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Kuantan Mudik. KODIFIKASI, 5(1), 31–40.
Iwari, D. P., Febryani, E., & Aprita, S. (2024). Optimalisasi Penegakan Hukum Perkara Pidana Penambangan Emas Tanpa Izin Yang Mengancam Keamanan, Integrasi Nkri Serta Konservasi Fungsi Lingkungan Hidup. Collegium Studiosum Journal, 7(2), 628–634.
Jumelfis, A. R., Lestari, M. M., & Arfi, R. R. (2026). Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Di Kabupaten Kuantan Singingi: Analisis Yuridis Atas Kesenjangan Antara Regulasi dan Implementasi. KODIFIKASI, 8(2), 59–79.
Kontu, H. R., Marwiyah, S., Prawesthi, W., & Amiq, B. (2024). Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pertambangan emas tanpa ijin (Studi kasus Putusan Nomor 107/Pid. Sus/2023/PN. Thn). Lex Journal: Kajian Hukum Dan Keadilan, 8(1), 269–285.
Lubis, M. L. (2025). Analisis Yuridis Tindak Pidana Turut Serta Melakukan Perbuatan Penambangan Emas Tanpa Izin (Studi Analisis Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 233/Pid. Sus/2023/PN Mdn). Fakultas Hukum, Universitas Islam Sumatera Utara.
Marlinda, P. (2022). Difusi Kebijakan Penanggulangan Penambangan Emas Tanpa Izin Di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Administrasi Politik Dan Sosial, 3(1), 1–9.
Melian, M., Pudiansa, P., Gumanti, R., Reflis, R., & Utama, S. P. (2024). Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti), Dampak Lingkungan, Sosial dan Ekonomi Serta Peranan Hukum Lingkungan di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(3), 339–344.
Meutia, A. A., Lumowa, R., & Sakakibara, M. (2022). Indonesian artisanal and small-scale gold mining—a narrative literature review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(7), 3955.
Movchan, R. O., Dudorov, O. O., Kamensky, D. V, Vozniuk, A. A., & Babanina, V. V. (2022). Criminal Liability For Illegal Mining: Analysis Of Legislative Novelties. Scientific Bulletin of National Mining University, 37(5), 116.
Mustakim, M., Iryani, D., & Hartana, H. (2026). Law Enforcement against Illegal Gold Mining: Navigating Regulatory and Justice Dilemmas in Indonesia. Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Islam, 18(2), 256–268.
Nurfadila, N., Imfyan, H. D., & Zulkarnaini, Z. (2024). Efektivitas Kebijakan Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin Dalam Mengurangi Kerusakan Lingkungan Hidup di Kabupaten Kuantan Singingi. PROSIDING SENADIKA: Seminar Nasional Akademik, 1(1), 916–926.
Permata, H. A., Ismed, M., & Basuki, B. (2025). Penegakan Hukum Pidana Terhadap Kerusakan Lingkungan Oleh Pertambangan Emas Tanpa Izin Dikabupaten Merangin. Corpus Juris: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 133–144.
Pratama, F., & Firdaus, M. (2023). Komunikasi Lingkungan Pemerintah Membangun Kesadaran Masyarakat Tentang Kegiatan Penambangan Emas Ilegal Di Kabupaten Kuantan Singingi. Journal of Research and Development on Public Policy, 2(3), 203–212.
Putri, H. A. (2020). Penegakan Hukum Terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin Oleh Kepolisian Sektor Kecamatan Singingi. Lex Renaissance, 5(4), 863–876.
Putriani, P., Nur, M., & Tasyukur, T. (2025). TINDAK PIDANA PENAMBANGAN ILEGAL (Studi Putusan Nomor 163/Pid. B/LH/2021/PN. Lsm). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 8(3).
Ranggalawe, G. N., Susanti, I., & Fahmi, K. (2023). Dilema penegakan hukum penyelesaian pertambangan tanpa izin. Marwah Hukum, 1(1), 29–40.
Redi, A. (2023). Responsive law enforcement in preventing and eradicating illegal mining in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 11(8), e1436.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. https://id.wikisource.org/wiki/Pembukaan_UUD_1945
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pemerintah Pusat republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138909/uu-no-3-tahun-2020
Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/195550/uu-no-11-tahun-2021
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Republik Indonesia.
Rohman, A., Hartiwiningsih, & Rustamaji, M. (2024a). Illegal mining in Indonesia: need for robust legislation and enforcement. Cogent Social Sciences, 10(1), 2358158.
Rohman, A., Hartiwiningsih, & Rustamaji, M. (2024b). Improving ecological justice orientation through a typological approach to illegal mining in the criminal justice system. Cogent Social Sciences, 10(1), 2299083.
Sanawiah, S., & Istani, I. (2022). Penegakan hukum pertambangan tanpa izin berbasis transendental. Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 27–39.
Saragih, Y. M., Hadiyanto, A., & Prasetyo, M. S. E. (2022). Pengantar Hukum Pidana Transisi Hukum Pidana di Indonesia. Medan: Tungga Esti.
Simamora, I. P., & Saragih, Y. M. (2025). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Baru: Tafsir Dan Penerapan. Penerbit Tahta Media.
Sulaiman, B. (2023). Efektivitas Penegakan Hukum bagi Pelaku Pertambangan Emas tanpa Izin (Illegal Mining). PATTIMURA Legal Journal, 2(2), 155–167.
Sumarni, F., & Saragih, Y. M. (2025). KUHP 2023 dalam praktik peradilan: Pedoman hakim, jaksa, dan advokat. Penerbit Tahta Media.
Supriyadi, A., Marwiyah, S., Amiq, B., & Prawesthi, W. (2023). Law Enforcement Against Organized Illegal Mining in the Jurisdiction of the East Kalimantan Regional Police. Lex Journal: Kajian Hukum Dan Keadilan, 7(2), 489–510.
Tustinaningsih, I., & Akhmaddhian, S. (2025). Pertangungjawaban Hukum Pelaku Tindak Pidana Pertambangan Emas Ilegal Di Indonesia. Savana: Indonesian Journal Of Natural Resources And Environmental Law, 2(02), 93–102.
Tute, C., & Puluhulawa, F. U. (2025). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Kasus Pidana Illegal Mining: Menelisik Akar Disparitas Putusan di Peradilan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8521–8537.
Uhlmann, D. M. (2014). Prosecutorial discretion and environmental crime. Harv. Envtl. L. Rev., 38, 159.
Uhlmann, D. M. (2018). Prosecutorial Discretion and Environmental Crime Redux: Charging Trends, Aggravating Factors, and Individual Outcome Data for 2005-2014. Mich. J. Envtl. & Admin. L., 8, 297.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Desi Kartika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











